SI TUKANG CERAMAH

Bisakah seseorang menjadi pemeluk agama yang kaffah (utuh) tanpa harus “berjarak”, memberi terror psikologis, menjadi aneh, mengintimidasi makhluk lain, dan memandang hina yang dianggap pendosa. Ini agama rahmatan lil alamin, sentuhlah hati makhluk lain, sentuhlah pendosa seperti saya dengan cara yang lebih lembut dan bijaksana. Bukankah Tuhan itu maha pengampun?

1 comments:

khresno said...

Sentuh diri sendiri dengan sholat. Walau malam berdosa, tetap sholat shubuh. Walau pagi berdosa, tetap sholat zhuhur. Dan seterusnya. Usahakan hadir dalam sholat. Ada banyak perbincangan ketika sholat memang dalam kepala. Pertanyaan yg meragukan, dan sebagainya. Kalau tidak bisa menahan diri, dengarkan saja. Batin saja yang bicara, "Allah, saya hadir untuk sholat". Agama ini memang rahmatan lil'alamin. No need to worry.