Such A Waste

Oknum Yang Paling Sorga: "Kalo elo belom nikah, agama lo baru setengah, nikah itu wajib bagi kesempurnaan agama"
Gua: "Gitu yah, bukannya naek haji jika mampu?"
Oknum Yang Paling Sorga: (melanjutkan ceramahnya seolah pertanyaan sekaligus pernyataan gua barusan angin lalu) "Dengan menikah, semua yang kita berikan kepada keluarga, yaitu anak dan istri kita adalah ibadah"
Gua: (rolling eyes) "Keluarga itu gak cuman anak dan istri bukan?, terus apakah yang kita berikan secara ikhlas kepada orang yang bener-bener butuh sebagai amal, kemudian bisa membantu orang di sekitar kita yang kekurangan seperti fakir miskin dan anak yatim piatu gak di itung ibadah?"
Oknum Yang Paling Sorga: "Iya juga sih, tapi banyak nilai-nilai dalam berkeluarga yang bisa mendekatkan kita kepada Alloh, bahkan berhubungan suami istri pun memiliki nilai pahala yang akan mendapat ganjaran surga dengan bidadari di dalamnya"
Gua: (speechless)
Bukan karena gak tau mo ngomong apa, tapi karena terlalu banyak yang mau gua semprot ke mukanya. Gini yah, gua rasa yang baca percakapan gua diatas dengan yang paling sorga bisa ngertiin betapa tersiksanya keadaan dimana elo harus duduk denger orang seperti ceramah dan semua yang ada dipikiran lo adalah bantahan.
Mungkin gua adalah orang paling kafir karena gak ngarepin vagina basah harum sejuta melati bidadari di surga yang siap gua tidurin kapan aja, while i am banging my stupid wife.
Mungkin gua orang paling kafir karena gua punya sejuta cara mendekatkan diri ke Tuhan gua tanpa lewat berkeluarga.
Mungkin juga gua orang paling kafir yang berbuka puasa di hari pertama puasa tahun 2008 dengan mengumpat-ngumpat hambanya yang paling sorga dalem hati while i was smiling innocently at him.
Pengen banget ngomong gini sambil ngelempar celana dalem ke mukanya:
"Zip it! this my hand you can talk to d**k head!"
(oh terbang sudah pahala puasaku seharian tadi...hiks)

0 comments: