MAKHLUK (tidak) MANIS DALAM BIS

Saya ini laki-laki yang feminis dan sangat mendukung emansipasi wanita. Tapi untuk beberapa hal maafkan saya karena membedakan perlakuan terhadap wanita. Misalnya dalam hal memberikan tempat duduk di bus kota, mempersilahkan masuk ke mobil/ ruangan/lift lebih dulu, dan menahan pintu agar terbuka, untuk dilewati oleh wanita yang berjalan di belakang saya. Tentunya hal ini sungguh bertentangan dengan asas-asas emansipasi, tapi saya senang kok memberikan pengecualian ini.
Sampai pada suatu hari panas di bulan puasa. Ban mobil kempes di garasi memaksa saya untuk berangkat ke kantor dengan bus kota. Yah walaupun urusan naik bus kota bukanlah hal yang berat buat saya, dari kecil juga kemana-mana naik bus. Tapi hari itu sebenarnya saya malas setengah mati untuk berdesak-desakan di dalam bus.Untungnya dari tempat saya naik, bus masih kosong jadi saya dapat tempat duduk yang strategis, empuk, dan dekat jendela, oh ademnya. Setelah beberapa saat menunggu tempat duduk pun hampir penuh dan bus berangkat.

Saya duduk sambil mendengarkan lagu-lagunya Chris Brown aka Rihanna’s sweety pie. Tanpa saya sadari bus mulai penuh dan ada seorang wanita muda yang kelihatannya cukup kerepotan memegang diktatnya sambil mengamankan tas dan berpegangan pada gagang besi di atas kepalanya. Sambil tersenyum saya menawarkan padanya untuk duduk di tempat duduk saya.
Seperti disambar petir (hehe lebay) dia malah melotot menatap saya dengan tatapan galak dan tidak suka. Kemudian membuang muka begitu saja. Padahal sumpah mati saya gak pake nyolek waktu nawarin tempat duduk, dan perlu diketahui saya adalah orang yang sangat sopan.

Mungkin dia pikir saya laki-laki iseng, mungkin dia pikir saya naksir padanya, atau mungkin juga dia pikir saya berniat jahat. Banyak kemungkinan-kemungkinan lain yang membuat saya bisa menahan diri untuk tidak marah-marah dan membatalkan puasa saya.
Hanya saja ingin sekali saya katakan padanya bahwa :
  • Saya bukan laki-laki iseng tapi saya iseng pada laki-laki
  • Saya tidak akan naksir wanita yang tasnya jelas-jelas Louis Vuitton KW 2 rontokan dari blok m, berkomedo segede-gede dosa, dan rambut kemerahan di iket karet krancy dekil, i rest my case.
  • Saya orang yang tulus dan kasian deh lo trauma ama Jakarta sampe gak yakin masih ada orang yang mo nawarin tempat duduk hari gini.
  • Saya hanya berniat jahat pada satu perempuan yaitu Ida Iasha itupun karena dia mau-maunya jadi istri solehah di filmnya Rhoma Irama. Walaupun sudah 15 tahun yang lalu tapi cukup menyakitkan buat saya menyaksikannya.

Untuk kejadian di atas mohon maaf kalau akhirnya saya mengubah pandangan saya bahwa ternyata tidak semua wanita layak diberi tempat duduk di bus. Karena mulai sekarang saya harus melakukan screening dan memberikan beberapa persyaratan untuk menggerakkan hati memberikan tempat duduk pada wanita. Dan kriterianya adalah sebagai berikut:

  • Wanita tersebut harus berumur yang mengindikasikan dia atau beliau tidak sanggup berdiri. Caranya? lihat saja secara fisik. Pasti kita nyadar kok kalau ibu-ibu ini atau tante itu kayaknya layak deh buat ditawarin tempat duduk.
  • Wanita hamil
  • Wanita yang membawa anak kecil
  • Anak kecil
  • Cacat tubuhnya
  • Sakit/kelihatan mo pengsan/mabok darat


Diluar itu, nehi babuji! gak bakalan deh tempat duduk saya relakan. Dan kalau suatu saat tergerak untuk memberi tempat duduk buat perempuan di luar kriteria di atas, saya harus pastikan benar-benar kalau wanita tersebut cantiknya lebih daripada Ida Iasha. Jadi kalau dia melotot marah-marah, tinggal colek aja pantatnya. hehehe

1 comments:

dodol said...

ya ampyun... enaknya tuh mbak-mbak disengkat aja pas turun dari bus. Brak... jatoh deh!!