GAMBAR

Aku lagi senang menggambar. Cukup pakai pensil saja biar lebih dramatis. Tarikan garis pensil yang hitam putih membuat mataku lebih mudah mencari celah mana yang harus diarsir dan efek sedalam apa yang aku inginkan. Menggambar sudah menjadi ekstasi murah meriah untuk melupakan waktu dan durasi yang akhir-akhir ini sering menipuku dengan segala tingkahnya dalam mengejar dan memintaku untuk merasa "tua". Hell no way time, tua bagiku cuma tanda hitam -putih di rambutku saja seperti guratan pensil gambarku di atas kertas.
Aku ingin menggambar Mu.
Mengarsir kangen, menggores kenangan, memulas doa dan membentuk Kamu. Menggambar Mu serupa mencabuti jarum satu persatu yang telah tertanam di tubuhku. Jika kutarik garis terlalu keras dan tegas, maka kamu membuatku yakin kamu tidak seperti itu. Kamu kan Maha Pengasih.
Jika kutarik garis terlalu halus, hampir tidak kentara, aku jadi malah tambah yakin kamu tidak seperti itu. Wong ayat-ayatMu begitu jelas membekas di hatiku. Jadi, dari sudut mana aku harus memulai?
Apakah aku harus berhenti menggambarMu karena tak mungkin?
Kamu mungkin obyek tersulit yang pernah aku gambar, hmm tentu saja mana mungkin kita menggambar subjek?.

Aku adalah apa yang hambaku prasangkakan terhadapKu

Akhir-akhir ini aku merasa semakin suka menggambar. Menggambari zat Mu yang ada di setiap penciptaanku, kemanusiaanku, Kemakhluk Tuhananku

0 comments: