MUSICHOLIC

Lagu First Cut is the Deepest menghentak dari tape mobil dalam perjalanan menuju bandara Soekarno Hatta. Lagu yang merupakan remake ulang dari Rod Stewart itu dinyanyikan kembali oleh Sheryl Crow, sedikit berbeda nuansa tapi tetap enak didengar. Ingat lagu ini saya jadi ingat almarhum ayah saya yang sering kali memainkan lagu ini dengan gitar warna birunya. Hmm…akhirnya saya bisa cuti juga setelah dilimpahi badai pekerjaan berminggu-minggu. Jadilah saya jalan-jalan sendirian dengan Espass merah menuju bandara. Rencananya sampai disana langsung berangkat dengan Qantas menuju Changi airport, flight jam 10.30, sekarang pukul 07.00 masih banyak sisa waktu untuk menyetir pelan-pelan. Sambil menyetir saya nikmati suasana jalan yang masih basah embun. Lagu di tape mobil saya sudah berganti dengan Lost In Space nya Lighthouse Family.
‘Musik itu mempengaruhi suasana hati’
Benar sekali, coba apa yang kita bayangkan sewaktu mendengar lagu Careless Whisper-nya kelompok musik Wham, kalau saya sih pasti mengharu biru dan terhanyut dalam suasana romantis. Langsung deh kenangan-kenangan masa lalu membanjiri otak saya. Atau sewaktu menikmati lagu-lagunya Macy Gray, biasanya timbul stimuli yang merangsang semangat untuk membuat cerita-cerita baru dan melupakan rasa sakit hati (ceilee)yang pernah muncul dalam pikiran saya. Setiap orang pasti punya lagu tema yang mewakili suasana hatinya. Nah lagu tema itu selalu saya ganti setiap akhir bulan. Misalnya bulan ini saya lagi pengin sendiri, males dengerin lagu cinta-cintaan, semua CD yang ada di mobil saya pun saya ganti dengan lagu-lagu yang agak satir dan sinis memandang cinta.
‘Life is a bitch and then you die!’
Hehe kok perih banget sih lagunya?
Sebetulnya tidak seperih lagu itu sih…hanya saja seru juga yah pencipta lagu itu. Jangan-jangan lagi bosen hidup terus daripada iseng-iseng minum Baygon mending menciptakan lagu hehe. Pernah denger lagu I Don’t Wanna Wait dari paula cole dong…nah boleh dibilang suasana hati saya lebih seperti itu saat ini. Tidak ingin menunggu…mumpung masih muda, masih ada kesempatan buat menikmati hidup, saya putuskan untuk ambil cuti. Rencananya mau ke Singapura, Brunei, dan tujuan terakhir adalah Bangkok, sekalian menjenguk paman saya yang anaknya mau di khitan di sana.
- Bandara
- Menitipkan mobil
- Menunggu waktu boarding sambil makan Oreo dan minum segelas kopi
- Masuk pesawat
- 2 jam…
- Changi…here I come
Tujuan pertama saya adalah Esplanade Theatre, sore ini akan ada pementasan tari dari salah satu grup tari China. Kalau tidak salah namanya Pou Cin Dance. Bicara soal tari tidak lepas dari musik juga, seperti penampilan grup tari di depan saya. mereka menggabungkan musik klasik dengan instrumen band rock yang agak aneh didengar telinga. Tapi lama-lama lumayan juga, mereka memainkan Symphony no. 40 nya Mozart di ornamentasikan dengan gebukan drum dan lengkingan gitar yang menyayat hati. Sementara Blue Danube dan Eine dimainkan hanya dengan suling dan sitar tapi iramanya penuh dan saling mengisi. Saya bayangkan seandainya Fur Eliz atau Turkish march yang dibuat seperti ini pasti saya bisa ikutan menari dari tempat duduk saya yang adanya di tribun atas. My heart starts beating… stepping in… then thump!thump!thump…hell im in the middle of nowhere, no friend, enjoy the music, the dance, distinctive feeling, whatever! I’m supercalifragilisticexpialidociously happy! .
‘Komposer itu orang paling jenius di dunia’
Kita lihat saja bagaimana mereka menciptakan musik yang mempengaruhi suasana hati manusia. Dan mengubah suasana hati seseorang itu adalah pekerjaan jenius sejati. Siapa sangka sebuah master piece Yanni yang berjudul Santorini dibuat hanya dalam waktu seperempat jam alias lima belas menit?. Padahal dari komposisi tersebut kita bisa merasakan hawa keindahan negeri asalnya Yunani. Kaldera hijau yang membentuk pulau kecil jauh di sudut negeri zeus. Kuil Parthenon, Hyptherion, Cronos dan Apollo di Delphi sebuah Aufklarung (pencerahan), atau notasi santorini yang melambat pada coda justru mengingatkan saya akan perjalanan menuju acropolis dan amphitheater yang maha indah itu (setahun yang lalu saya bersama teman-teman sempat mengunjungi Athena…dan hanya satu kenangan terburuk, what a lousy food they had).
‘Don’t hear the song but see the singer’
Sebuah ungkapan yang kurang lebih artinya jangan dengar apa yang dibicarakan tapi lihat siapa yang berbicara. Ungkapan dan artinya dua-duanya complitely unright buat saya. Saya tidak pernah peduli siapa penyanyinya kalau lagu itu enak didengar maka akan saya dengarkan. Bahkan sampai saat ini pun saya tetap mendengarkan lagu dangdut atau keroncong. Lagu Jeritan Hati nya Mirnawati atau Pacar Dunia Akherat dari Rita Sugiarto seringkali menjadi lagu tema saya di beberapa kesempatan. Di dalam tas sayapun ada CD album the best Sundari Sukotjo yang selalu saya setel menjelang tidur. Betapa hangat dan tenangnya pikiran saya saat mendengar lagu Bengawan Solo atau Pahlawan Merdeka ciptaan bapak Gesang.
It’s the music and it colours my heart…
Seperti halnya rasa-rasa yang lain musik itu selalu mewarnai jiwa saya bahkan menjadi bahaya laten (seperti Partai Komunis di jaman orde baru saja). Bagaimana tidak bahaya jika saya tiba-tiba bernyanyi sendirian di saat meeting dengan klien dan tanpa disadari seluruh orang di ruangan memandang ke arah saya. biasanya saya pura-pura tidak peduli sambil tersenyum dan melanjutkan lagu saya dengan suara yang agak lebih pelan. Mau bagaimana lagi? Saya kan senang bernyanyi?. Kalau ada anugerah siapa orang paling jenius didunia saya pasti akan memasukan Einstein di urutan ke-dua. Mengapa? Karena yang nomer satu pastinya Norah Jones. Hehe dia itu paduan kecantikan Diana Krall, kelembutan Sade, kejeniusan Charlie Parker dan keimutan Sherly Temple. Sah-sah saja bukan? Seperti halnya kita semua bebas memilih siapa yang paling mewarnai hidup kita atau lagu apa yang memberi perubahan dalam diri kita.
Besok saya ke Brunei dan di pinggir Orchard Road saya duduk menikmati kopi pahit dengan bagel yang besar sekali. Malampun semakin turun dan silau lampu billboard di sepanjang jalan seperti menjanjikan hidup yang berbeda warna setiap harinya. Dari Juke Box terdengar lagu, godamt! Kenapa harus lagu patah hati ya? Kan sudah saya bilang saya tidak suka cinta-cintaan!

My heart is drenched in wine…
But you’ll be on my mind…forever
Something has to make you run
Don't know why I didn’t come…Feel as empty as a drum
Don’t know why I didn’t come…

Maret 05 2004

0 comments: